<aside> <img src="/icons/book_green.svg" alt="/icons/book_green.svg" width="40px" />
Menu:

Pada tahap awal, aset dasar partisipasi Asyah adalah SRIA pembiayaan korporasi proyek Immersive Manasik senilai Rp250 miliar, yang akan diterbitkan oleh Bank Maybank Syariah dan ditokenisasi oleh Asyah.
Manasik merupakan penentu sah tidaknya rangkaian ibadah haji dan umrah. Namun kualitas bimbingannya menghadapi kendala struktural seperti jumlah pembimbing bersertifikat jauh tidak sebanding dengan jumlah jemaah, sementara sesi praktik konvensional bergantung pada ketersediaan lapangan dan replika sederhana. Akibatnya, sebagian jemaah berangkat tanpa pemahaman manasik yang memadai, meski telah mengikuti rangkaian bimbingan.
Immersive Manasik menjawab kendala ini dengan menghadirkan simulasi berteknologi 5D immersive experience pada fasilitas seluas 3.600 m² yang menempati dua lantai di Menara Syariah. Calon jemaah dapat mengalami rangkaian ibadah dalam kondisi yang mendekati aslinya, dengan kualitas pengalaman yang konsisten dan tidak bergantung pada ketersediaan pembimbing maupun cuaca.
Layanan ditawarkan dalam struktur harga berjenjang, mulai dari sesi reguler hingga paket premium yang terintegrasi dengan program perjalanan haji dan umrah.
Proyek menyasar segmen berikut:
Proyek dijalankan oleh entitas korporasi selaku penerima pembiayaan dari Bank Maybank Syariah, dengan dukungan korporasi (corporate guarantee) dari perusahaan induk atas kewajiban pembiayaan tersebut.
Dukungan korporasi ini merupakan bagian dari perjanjian pembiayaan antara Bank dan korporasi penerima, dan berdiri terpisah dari akad Mudharabah Muqayyadah yang mendasari partisipasi peserta. Dengan struktur ini, kualitas aset yang mendasari SRIA diperkuat oleh kapasitas keuangan perusahaan induk, tanpa mengubah karakter mudharabah yang melekat pada partisipasi. Manfaat tetap ditentukan oleh kinerja aset yang mendasari, dan risiko tetap melekat sebagaimana ketentuan POJK No. 4 Tahun 2026.
Karena aset yang mendasari berbentuk pembiayaan korporasi, kualitasnya bersandar pada faktor-faktor berikut:
Berdasarkan kinerja operasional yang diproyeksikan, manfaat kepada peserta ditetapkan pada kisaran indikatif 6,5–10% per tahun. Sebagaimana melekat pada akad mudharabah, tingkat manfaat bersifat indikatif dan tidak mengikat. Realisasinya ditentukan oleh kinerja aktual aset yang mendasari.

Proyek Immersive Manasik berlokasi di Menara Syariah, kompleks menara kembar setinggi 29 lantai di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), Jakarta Utara. Menara Syariah dikembangkan melalui kolaborasi konsorsium Indonesia dan Malaysia dan dirancang menjadi pusat keuangan syariah terbesar di Asia Tenggara.
Menara Syariah merupakan pusat pengembangan Islamic Financial Center (IFC), kawasan seluas 23,5 hektare yang mengintegrasikan layanan perbankan, asuransi, pendidikan, perdagangan, dan fasilitas publik dalam satu ekosistem berkelanjutan. Kompleks ini merefleksikan prinsip bisnis syariah dalam setiap aspek perancangannya, mulai dari desain bangunan, pengelolaan, hingga fungsi ekonominya. Fasilitasnya mencakup unit perkantoran, ruang kerja bersama (co-working space), aula serbaguna, pusat pelatihan, dan digital innovation hub.